Pasutri Kembali Dinikahkan
Oktober 8, 2015
Laksanakan Pendayagunaan Ekonomi Masyarakat
Oktober 20, 2015

SOSIALISASI: Baznas Berau saat menggelar sosialisasi Zakat Infak dan Sedekah di DPRD Berau.

TANJUNG REDEB – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Berau kembali menggelar sosialisasi zakat, infak dan sedekah, yang kali ini menyasar para wakil rakyat.

Digelar di sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Berau, Selasa, 20 Oktober 2015 lalu, seluruh peserta dibekali informasi terkait pentingnya pembayaran zakat.

Sedangkan Ketua Baznas Berau Radjudin Abdurachman, dalam sosialisasinya mengatakan seluruh dana yang terhimpun di lembaga yang kini dipimpinnya itu, disalurkan melalui program-program pendayagunaan masyarakat antara lain, program Berau Peduli, Berau Cerdas, Berau Takwa, Berau Sehat, dan Berau Makmur.

“Di program Berau Peduli misalnya, Baznas selalu menyantuni 401 fakir miskin per bulan. Dengan rincian 10 kilogram beras dan uang tunai Rp 200 ribu, kepada mereka yang tercatat sudah tidak produktif lagi. Sedangkan santunan untuk penduduk miskin, setiap tahunnya ada 3.176 warga miskin yang tersebar di hampir seluruh kecamatan,” jelas Radjudin.

Begitu juga, bagi orang-orang yang tak mampu, Berau Peduli punya program bedah rumah yang diperuntukkan bagi warga tidak mampu. Bahkan, beberapa kasus warga yang rumahnya beratapkan terpal dan tak layak huni.

Sementara untuk Berau Cerdas, Baznas juga menyalurkan dana melalui bantuan biaya sekolah beasiswa satu keluarga satu sarjana, honor guru madrasah, dan rumah pintar di beberapa kampung.

Dalam operasional rumah pintar tersebut, juga kerap dipergunakan untuk aktivitas bimbingan keagamaan serta fasilitas perpustakaan sebagai pelengkap.

“Khusus untuk program Berau Sehat, selain bantuan biaya berobat, pengobatan gratis, dan sunat massal gratis, Baznas juga akan memiliki rumah sehat Baznas. Nantinya, akan kita buat seperti rumah sakit tanpa kasir. Ini untuk membantu masyarakat kurang mampu dalam mendapatkan layanan kesehatan,” jelas Radjudin di hadapan para wakil rakyat tersebut.

Selanjutnya, dalam program Berau Makmur, Baznas juga turut memberdayakan masyarakat miskin di satu wilayah agar bisa meningkatkan perekonomian mereka. Melalui Zakat Community Development (ZCD), kepala keluarga kurang mampu mendapat modal untuk berternak dan bertani.

Lepas dari program-program unggulan yang bertujuan menyantuni dan mengentaskan kemiskinan di Kabupaten Berau, membayar zakat adalah wajib hukumnya bagi umat Islam. Yakni 2,5 persen dari penghasilan yang diterima.

Burhanuddin Harahap, Wakil Ketua I Baznas Berau menambahkan, tren pembayaran zakat saat ini mulai bergeser. Tak seperti zaman Nabi Muhammad SAW, pembayaran zakat dilakukan melalui amil, sehingga penyalurannya lebih rata.

“Begitu juga, semestinya jika warga dan para pekerja yang mencari penghidupan di Berau membayarkan zakat lewat lembaga pengumpul zakat. Sehingga, bukan tidak mungkin dengan adanya dukungan tersebut, program-program Baznas yang sudah berjalan saat ini dapat lebih maksimal,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *