Kemenag dan Baznas Berau Gelar Pembinaan Penyuluh Zakat
Mei 26, 2017
25 Warga Berau Operasi Bibir Sumbing Gratis
Mei 26, 2017

????????????????????????????????????

“Namanya manusia, sifat yang akan muncul pertama kali adalah pelit. Bahkan, sifat itu bisa bertahan sampai tua nanti,” ujar Burhanuddin Harahap, Wakil Ketua I Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Berau di hadapan guru Madrasah Tsanawiyah (Mts) Tanjung Redeb, Rabu (8/3).

Tanjung Redeb

Seperti itulah, banyak muslim yang abai akan perintah membayar zakat. Tak sedikit juga, masyarakat yang tahunya hanya membayar zakat di akhir Ramadhan. Padahal penghasilan mereka lebih dari cukup dan bukan hanya zakat fitrah yang menjadi kewajibannya.

“Termasuk di antaranya penghasilan para Pegawai Negeri Sipil (PNS),” tambah salah seorang tokoh agama yang disegani masyarakat tersebut.

Lalu mengapa harus melalui amil?

Sebab melalui amil maka akan memberi kekuatan kepada masyarakat. Dalam hal ini pengelolaan yang lebih menyebar, tidak terkumpul menjadi 1 titik saja.

“Karena kan masih ada, masyarakat yang membayarkan zakatnya buat bidan yang sudah melahirkan anak-anak mereka. Padahal gaji yang diterima untuk profesi mereka sudah lumayan. Sedangkan di sekitarnya ada orang-orang yang lebih berhak menerima zakat,” kata dia.

Di situlah Baznas Berau sebagai lembaga amil resmi punya peran dalam pengelolaan zakat. Melalui dana zakat, infak dan sedekah yang terkumpul, Baznas menyalurkannya melalui beberapa program. Yaitu Berau Sehat, Berau Cerdas, Berau Makmur, Berau Takwa dan Berau Peduli. Dengan sasaran penerimanya tentu orang-orang yang masuk dalam kriteria asnaf.

Kepala Mts Tanjung Redeb, Wardani menuturkan, pihaknya sangat mengapresiasi kegiatan sosialisasi yang dilakukan Baznas Berau. Selanjutnya, ia mengatakan akan menindaklanjutinya dengan pemotongan zakat profesi para guru dan para pegawai lainnya. Sehingga dengan demikian, mempermudah penunaian kewajiban dan membersihkan harta yang diterima saban bulannya.

Dihadiri Ketua Baznas Berau Radjudin Aburachman dan pengurus lainnya, peserta sosialisasi dijamu makan siang hasil olahan murid-murid Mts yang sedang melakukan praktik masak. (Humasbaz)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *