Pekan Gizi Nusantara Kembali Digelar
September 23, 2015
Sosialisasi Zakat ke Wakil Rakyat
Oktober 20, 2015

SIMBOLIS: Ketua Baznas Berau Radjudin Abdurachman, memberikan ucapan selamat kepada para pasangan pengantin di Kampung Tumbit Dayak, usai pemberian buku nikah secara simbolis Oktober lalu.

SAMBALIUNG – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Berau mengadakan Sidang Isbat dan Nikah Massal bagi pasangan suami-istri di Kampung Tumbit Dayak, Kecamatan Sambaliung, Selasa, 6 Oktober 2015 lalu.

Ketua Baznas Berau Radjudin Abdurachman, menjelaskan kegiatan tersebut dilakukan guna mengatasi persoalan masih adanya warga setempat yang belum memiliki surat nikah, walaupun secara hukum Islam mereka sudah menikah.

“Karena kita tahu saat ini buku nikah sudah jadi kebutuhan dan sangat penting. Sama halnya SIM (surat izin mengemudi) bagi pengendara bermotor. Jadi, kalau mau menginap di hotel tidak perlu lagi takut kena razia Satpol PP,” tuturnya sembari sedikit bercanda, dalam sambutan di hadapan peserta nikah massal.

Kelemahan pernikahan dalam segi administrasi warga di kampung tersebut, akhirnya membuat Baznas Berau coba mengupayakan penyelesaiannya. Maka, kata Radjudin, beberapa stakeholder dirangkul pihaknya untuk menyelenggarakan acara yang dilaksanakan di balai adat setempat. Di antaranya, mulai dari PT Berau Coal, Kantor Urusan Agama (KUA) Sambaliung, Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Berau, dan Pengadilan Agama (PA) Tanjung Redeb.

Acara yang dihadiri Plt Bupati Berau Jonie Marhansyah, dan beberapa kepala dinas di lingkungan Pemkab Berau tersebut, sebanyak 49 pasangan suami-istri (pasutri) melakukan sidang isbat dan 3 pasangan mengulang akad nikah setelah berpuluh tahun menjalani kehidupan rumah tangga.

 

Sementara itu, pasangan Lahonga dan Luhau, salah satu pasutri yang melakukan akad nikah di acara yang dimulai sekira pukul 9.00 Wita itu, mengaku telah menikah pada tahun 1984 silam, di Kampung Long Ayan, Kecamatan Segah. Kala itu, keduanya masih menikah saat memeluk agama lain. Karenanya, ia mengaku sangat bersemangat dan senang mengikuti nikah massal tersebut setelah menyatakan kerelaannya memeluk agama Islam.

“Sampai sekarang buku nikah dan akta kelahiran anak-anak juga belum ada. Yang ada, cuma KTP (kartu tanda penduduk) dan kartu keluarga saja. Semoga setelah ini bisa lebih mudah pembuatannya,” ungkap dia di sela-sela mengikuti acara nikah massal tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *