Mengenal Penerima Beasiswa SKSS Baznas 2016: Sitti Solekha (3)

Mengenal Penerima Beasiswa SKSS Baznas 2016: Sri Martini (2)
Agustus 4, 2016
RCAM Kelay buat Pelajar Mualaf
Agustus 12, 2016

PEACE: Sitti Solekha (jilbab biru) yang dikenal gesit dan supel dalam bergaul di antara rekan-rekannya.

Gantung Harapan Kuliah dengan Ikuti Program SKSS

“Impian saya cuma satu, membanggakan orangtua dan keluarga. Dengan cara apapun itu, tanpa membuat mereka meneteskan air mata,” tutur Sitti Solekha, penerima beasiswa Satu Keluarga Satu Sarjana (SKSS) Baznas Berau.

Rinding

Ya, tak muluk-muluk memang mimpi gadis 17 tahun itu. Putri sulung pasangan Imam Sofi’i (44 tahun) dan Tuminten (42 tahun) hanya ingin kedua orangtuanya tidak lagi bersedih setelah merawatnya dari kecil.

“Ketika berhasil mendapatkan gelar sarjana nanti, saya akan mengabdi dan mengamalkan ilmu dunia dan akhirat yang sedang saya timba di Stikes Surya Global. Mengabdikan diri di masyarakat dengan ikhlas, tanpa membedakan apapun,” tambah Lekha, sapaan akrabnya.

Mimpi tersebut bukan tanpa alasan, kondisi keluarganya saat inilah yang membuatnya gigih berupaya meningkatkan derajat keluarga agar tak dipandang sebelah mata. Mengingat ayahnya yang hanya menggantungkan penghasilan sebagai supir taksi bandara, serta ibunya yang sekadar ibu rumah tangga. Punya perabot elektronik seadanya, kakak dari Syifa Cahyawati itu pun cuma mengharapkan mendapat beasiswa untuk kuliah.

Terpilih mendapat beasiswa dari Baznas Berau, membuat Lekha kini benar-benar tekun menggunakan kesempatan. Menurutnya, tanggung jawab dan peluang yang sudah dimiliki sangat besar. Sehingga, masa-masa awal perkuliahannya kali ini pun ia tak mau kalah aktif ketimbang di masa SMA 2 Berau lalu. Yaitu dengan mengikuti bimbingan rohani Islam (rohis) dan kegiatan kepramukaan di sekolah yang bergugus depan Dr. Murjani Akb. Sanipah tersebut.

“Buat teman-teman lainnya juga, jangan kalah semangat mengejar impian. Bahagiakan kedua orangtua yang sudah merawat kita dari kecil hingga sekarang. Ketika nanti sudah sukses, jangan sombong dna tetaplah rendah hati dengan semua orang,” ujar dara berpipi tembem itu.

Begitu juga bagi remaja Berau lainnya, ia berpesan agar sama-sama memanfaatkan masa muda dengan baik. Karena masa yang sudah dilewati tidak akan terulang kembali. Menjaga pergaulan pun wajib dilakukan, karena jika salah memilih teman juga akan berakibat pada diri sendiri.

Sedangkan ditemui di tempat berbeda, ayah Lekha menuturkan anaknya berusaha keras bisa mendapatkan beasiswa yang kini berhasil diterimanya. Dengan belajar saat tes akademik maupun lisan. “Kalau nggak lulus di SKSS ini ya sudah, terpaksa tidak kuliah. Katanya mau kerja saja bantu nambahin penghasilan dengan modal ijazah SMA-nya. Entah di pertokoan atau di mana, yang penting kerja,” kata Imam, saat ditemui tim survei SKSS Baznas Berau beberapa waktu lalu. (bersambung/humasbaz)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *