Menanti Produk Olahan Tapioka Suka Murya

Zakat, Sejahterakan dan Tanggulangi Kemiskinan Berau
November 14, 2017
Bina Kelompok Tani dalam Program Ketahanan Pangan
Desember 22, 2017

Pengecekan mesin pembuatan tepung tapioka di Kampung Suka Murya oleh Ketua Baznas Berau beberapa waktu lalu.

TALISAYAN – Berbahan dasar tepung tapioka, jajanan kerupuk matahari dan opak gambir olahan Kampung Suka Murya bisa jadi oleh-oleh khas pesisir Berau.

Ya, di tangan pak Ali Mulyono dan isterinya, singkong bisa punya harga jual yang tinggi setelah diolah menjadi makanan ringan. Penganan olahan berbahan tepung tapioka itu, sudah dilakoninya beberapa waktu lalu. Bahkan, sempat dicicipi orang nomor 1 di Berau pada gelaran Talisayan Expo awal November lalu. Tak lupa, Bupati Berau beserta rombongan yang kala itu hadir, memborong sebanyak 20 kilogram makanan bertekstur renyah itu.

“Pembuatannya juga cenderung mudah. Dan bahan campuran lainnya juga dari sekitar sini (Talisayan, Red.) saja. Misalnya untuk opak gambir, tambahannya pisang, telur, wijen, gula merah dan gula pasir,” kata Ali, pengurus pabrik tepung tapioka Suka Murya.

Potensial, salah satunya dengan ketersediaan lahan, juga usulan pemberdayaan ekonomi masyarakat oleh Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Kampung Suka Murya dibangunlah pabrik tepung tapioka. Dibangun oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Berau, pembangunan dan pengerjaan rampung beberapa bulan lalu.

Lewat program Berau Makmur tersebut, tepung tapioka yang dihasilkan nantinya bisa menyasar para pengusaha setempat lainnya. Tak terkecuali usaha pengolahan ikan di kawasan pesisir itu. Contohnya keripik ikan, cireng dan sebagainya.

Dari 80 kilogram singkong, setelah diuji coba penggilingan perdana beberapa pekan lalu, pihaknya mendapatkan sekira 22 kilogram tepung tapioka.

“Produksi singkong lebih mudah seperti jagung. Hampir tidak ada mbuangnya. Baik kulit singkong atau nanti ampas sisa gilingan tepungnya. Kulit bisa difermentasi jadi makanan ternak, kambing atau sapi. Bahkan kalau ampasnya, langsung dimakankan sapi juga bisa. Sementara ini kan ternak kami masih makan rumput, masih dilepas semuanya,” tutur dia. (humasbaznas)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *