Laksanakan Pendayagunaan Ekonomi Masyarakat

Sosialisasi Zakat ke Wakil Rakyat
Oktober 20, 2015
Mitra Baznas Berau Raih Penghargaan APN 2015
Desember 23, 2015

PANEN PERDANA: Suasana jelang panen perdana budidaya ikan air tawar di Pondok Pesantren Nurul Muhajirin, Sabtu, 17 Oktober lalu.

TELUK BAYUR –  Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Berau menggelar panen perdana budidaya ikan air tawar di Kampung Labanan Makarti, Kecamatan Teluk Bayur, Sabtu, 17 Oktober lalu.

Acara yang dihadiri Muhammad Rasyid, Ketua Baznas Kaltim juga mendapat sambutan baik. Menurutnya, pendayagunaan dana zakat jangka panjang, salah satunya lewat budidaya ikan air tawar, sangat penting dilakukan. Khususnya bagi lembaga-lembaga keagamaan, sehingga pondok pesantren yang banyak bergerak dalam perjuangan dalam menegakkan syiar Islam, perlu disiapkan sumber pembiayaan tetap.

“Kedepan, ketika sudah mandiri tentu bisa makin berkiprah dalam pembinaan umat. Termasuk meningkatkan kesejahteraan santriwan dan santriwati. Cara seperti ini cukup efektif,” katanya.

Lewat 5 program utama Baznas Berau, yaitu Berau Peduli, Berau Sehat, Berau Cerdas, Berau Takwa dan Berau Makmur, dinilai dia merupakan salah satu lembaga pengumpul zakat resmi yang cukup eksis melalui perwujudan programnya.

Sedangkan Radjuddin Abdurrahman, Ketua Baznas Berau menuturkan, program yang dikucurkan kepada pondok pesantren Nurul Muhajirin itu, diharap dapat menambah pundi-pundi pendapatan bagi pondok setempat.

“Kami harap, hasil produksi ini nantinya bermanfaat. Bisa dijual ke pasaran, hasilnya bisa untuk menambah petak yang ada sekarang. Alhamdulillah sudah ada sebanyak 8 petak,” ujarnya di sela-sela pemanenan tersebut.

Menurut pihaknya, potensi air di kawasan petak kolam tersebut cukup bagus dan sesuai digunakan untuk budidaya ikan air tawar. Salah satunya, debit air yang selalu mencukupi meski musim kemarau berkepanjangan seperti yang tengah melanda sekalipun. Sedangkan saat musim penghujan, daerah sekitar kolam sudah diatur sedemikian rupa untuk menghindari banjir di kolam.

“Dengan kucuran dana yang kita berikan dari Baznas ini, kami harapkan potensi-potensi yang ada ini bisa dimaksimalkan setinggi mungkin,” kata dia.

Budidaya ikan air tawar di Pondok Pesantren Nurul Muhajirin tersebut, yakni jenis bawal, mas, patin dan nila.  “Dalam masa pengembangan, program budidaya ini mendapat tunjangan dana yaitu Rp 100 juta untuk proses budidayanya mulai dari Juli sampai Oktober ini. Dan Alhamdulillah kali ini sudah siap panen,” ujar Ahmad Haerul, Ketua pontren setempat.

Adanya program tersebut, ditambahkan dia, juga bisa menjadi jalan guna lebih menunjang perekonomian lembaga keagamaan yang beroperasi Kampung Labanan Makarti itu. Disebutkannya, dalam panen perdana itu, sebanyak 2.000 ekor ikan patin, 15.000 ekor bawal, 25.000 ekor nila.

Dengan adanya program Berau Makmur yang diberikan kepada pontren di bawah pimpinannya itu, Baznas Berau diharap dapat lebih memberikan pembinaan dan pemberdayaan secara berkelanjutan. Terutama bagi warga pontren dan tentu masyarakat setempat. Sehingga, pontren dapat lebih sejahtera dalam bidang ekonomi. Bukan hanya di pontren Nurul Muhajirin, melainkan pontren lainnya yang berada di Bumi Batiwakkal – sebutan Kabupaten Berau.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *