Diapresiasi Camat, Ajak Semarakkan Talisayan Berzakat
Juni 20, 2017
Baturunan, Ajak Pemuda Kembangkan Kegiatan Baksos
Juli 13, 2017

????????????????????????????????????

Dari Penyerahan Uang Pembinaan Mualaf SP Punan Birang

Sudah memeluk agama Islam, bukan berarti boleh merasa sudah cukup. Lalu, bagaimana semestinya?

HUMASBAZNAS, Gunung Tabur

“KETIKA kita sudah memeluk Islam, kita wajib selalu memperbaharui iman. Caranya, dengan mengulang dua kalimat syahadat saat salat. Setidaknya sewaktu salat wajib lima waktu. Sebab pondasi Islam adalah syahadat. Semakin kuat pondasinya, maka akan semakin baik bagi setiap muslim,” tutur Burhanuddin Harahap, Wakil Ketua I Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Berau di hadapan puluhan jemaah musala Al Muallafin, Satuan Permukiman (SP) Punan Birang, Kecamatan Gunung Tabur, Minggu (18/6) lalu.

Begitu juga Islam seseorang ibarat sebuah rumah. Akan kuat jika dibentengi dengan dinding puasa di bulan suci Ramadhan. Seperti yang saat ini sedang dilakukan umat muslim sedunia. Tiangnya adalah salat wajib sehari semalam. Dinaungi dengan sebuah atap bernama zakat.

“Selain itu, zakat juga sebagai pembuktian iman seseorang. Maukah menyalurkan hartanya, sebab setiap manusia dilahirkan ke dunia beserta dengan rezekinya masing-masing. Sedangkan di antara harta tersebut, disertakan juga amanah untuk menyampaikan sebagiannya untuk saudara seiman yang membutuhkan,” terang dia.

Untuk itulah, dalam kesempatan yang sama Baznas Berau menyalurkan uang pembinaan kepada 14 Kepala Keluarga (KK) setempat. Acara penyerahan dibarengi dengan buka puasa bersama dan salat tarawih di musala Al Muallafin tersebut, dihadiri hampir seluruh warga di SP Punan Birang.

“Bagi yang ekonominya tidak mampu bayar zakat, ya sedekah saja. Karena Rasulullah bersabda, cegah jilatan api neraka itu walaupun dengan sebiji kurma. Nah, kalau untuk kita, bisa dengan memberi buah pisang atau yang lainnya kepada saudara kita yang membutuhkan,” jelas salah seorang tokoh agama kenamaan Bumi Batiwakkal itu.

Ditegaskan, memperbaharui iman dalam diri masing-masing seperti yang telah disampaikan, bermanfaat untuk menjaga jarak agar muslim tak terlalu jauh melupakan Tuhannya. Sebab sejak awal dan akhirnya nanti, semua ciptaan akan kembali kepada-Nya. Innalillahi wa inna ilaihi rojiun.

Syarifuddin Israil, yang juga rutin memberikan pembinaan keislaman kepada mualaf di Punan Birang, bersyukur dengan peningkatan penduduk setempat. Saat mengisi ceramah jelang buka puasa, ia menyampaikan bahwa Islam adalah sebuah kesamaan. Tidak akan ada perbedaan di dalamnya. Tidak dilihat lagi suku Jawa, Dayak, Bugis, ataupun latar belakang lainnya. (humasbaznas/rus)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *