25 Warga Berau Operasi Bibir Sumbing Gratis
Mei 26, 2017
KEREN..!! Dalam 2 Jam Baznas Himpun Rp 1,830 Miliar
Juni 20, 2017

TANJUNG REDEB – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Berau, menyerahkan modal usaha pada delapan Pedagang Kaki Lima (PKL) yang layak mendapatkan bantuan dari Program Gerobak Berkah, Selasa (30/5).

Sariadi, staf pelaksana Bidang Penyaluran dan Pemberdayagunaan Baznas Berau menuturkan, menjadi pedagang kaki lima merupakan alternatif usaha yang dipilih oleh sebagian besar masyarakat akibat lesunya sektor industri. Dengan modal yang relatif kecil, menjadi pedagang kaki lima bisa menjadi salah satu harapan.

Jadi, kehadiran mereka bisa menjadi salah satu potensi untuk memperluas dan menciptakan lapangan kerja baru di sektor informal, khususnya untuk masyarakat yang kurang memiliki keahlian dan kemampuan.

Lanjutnya, pedagang kaki lima biasanya memilih usaha makanan dan minuman. Tentu kualitas dari produk yang dijual sangat penting. Selain rasa atau cita rasa, indikator yang konsumen pilih sebelum membeli adalah masalah kebersihan, misalnya kebersihan tempat dan produk.

“Tak hanya masalah kebersihan, menjadi seorang PKL juga membutuhkan kesadaran akan pentingnya nilai-nilai moral akan memberi dan berbagi,” ujarnya.

Di sisi lain, faktor ekonomi juga memicu sebagian PKL enggan memikirkan tentang masalah tersebut. Berjualan hanya bertujuan untuk mencari untung dan menyambung hidup. Sulitnya roda perekonomian akhir-akhir kadang membuat sebagian dari mereka terpaksa gulung tikar dan pulang ke kampung halaman.

“Menyadari akan pentingnya hal tersebut maka Baznas melalui Program Gerobak Berkah, mengajak para PKL pilihan untuk lebih peduli terhadap kebersihan dan aktivitas lainnya,” kata dia. Untuk itu, wujud program Berau Makmur tersebut, menyentuh mereka. PKL yang terpilih, dibantu modal ataupun berupa gerobak baru sesuai dengan apa yang mereka butuhkan.

Program Gerobak Berkah diawali dengan identifikasi PKL yang memang pada dasarnya membutuhkan bantuan, mempunyai kualitas atas produknya dan mempunyai tempat yang strategis. Selain itu, pemilihan berkas pedagang yang telah mengajukan bantuan kepada Baznas jadi salah satu pertimbangan.

“Baznas ini mempunyai lima program besar, yakni Berau Makmur, Berau Peduli, Berau Sehat, Berau Cerdas, dan Berau Takwa. Ini salah satu wujud dari program Berau Makmur, yang merupakan pemberdayaan peningkatan ekonomi masyarakat, dari program ini lah kami buat berkah gerobak,” tuturnya.

Dari program tersebut, beberapa PKL pun terpilih berdasarkan hasil survei sejak Maret lalu, juga berdasarkan asnaf dan skoring Baznas. Tujuannya, membantu  PKL secara modal dan merenovasi atau membuat gerobak dagangan dengan tampilan yang lebih menarik. Juga sekaligus membantu PKL menjaga kebersihan dan kualitas produknya, disamping membantu promosi produk yang dipasarkan. Selain tentunya menanamkan nilai moral Berkah (Berbagi Sedekah) dari PKL kepada masyarakat lewat infak 10:1 penjualan di Baznas Berau.

Untuk diketahui, PKL yang telah terpilih menjadi penerima Gerobak Berkah diantaranya Suwaji pedagang minuman dingin dan kopi di Lapangan Pemuda, Salma pedagang pisang crispy dan sarabba di Pasar Barayak, Sarintang Kebe pedangan bakso dan roti bakar di tepian, Karmulan penjual kacang rebus keliling, Supriyadi pedagang pecel keliling, Heryati pedagang jagung manis cup di Pasar Barambang, dan Rabiatul Adawiyah pedagang makanan dan es blender di tepian teratai.

Wakil Ketua I Baznas Berau, Burhanuddin Harahap menekankan bahwa bentuk pemberian modal ini adalah gratis dari Baznas, dan murni bentuk sosial yang dapat meningkatkan keuntungan secara mandiri dan dapat mempertahankan konsumen.

Rabiatul Adawiyah, salah seorang pedagang mengaku sangat bersyukur atas bantuan yang diberikan Baznas. “Bersyukur dengan adanya bantuan ini, sudah sejak lama saya menginginkan agar bisa berdagang, tapi tidak bisa mulai karena modal jualan tidak ada,” tutur dia. (humasbaz)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *