Diapresiasi Camat, Ajak Semarakkan Talisayan Berzakat

KEREN..!! Dalam 2 Jam Baznas Himpun Rp 1,830 Miliar
Juni 20, 2017
Iman Juga Harus Diperbaharui
Juni 21, 2017

Bukber 2.000 Anak Yatim dan Dhuafa Baznas Berau

TALISAYAN – Menjangkau lebih banyak anak yatim dan dhuafa, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Berau menggelar buka bersama di enam kecamatan. Berbeda dari tahun sebelumnya, kali ini Baznas Berau mengajak 2.000 anak yatim dan dhuafa berbuka puasa di beberapa lokasi.

 

Rangkaiannya dimulai di Kecamatan Talisayan dan Kecamatan Pulau Derawan pada 16 Juni. Acara serupa juga bakal digelar di Kecamatan Tanjung Redeb, Sambaliung, Gunung Tabur dan Teluk Bayur. “Acara lanjutan akan kami laksanakan pada 22 Juni mendatang. Secara serentak, masing-masing kami pusatkan di Kecamatan Sambaliung dan Teluk Bayur,” kata Radjudin Abdurachman, Ketua Baznas Berau.

 

Sebanyak 375 anak yatim dan dhuafa di Talisayan, dan 213 di Pulau Derawan mendapatkan santunan uang dan paket berisi alat tulis dan snack.

 

Camat Talisayan David Pamuji mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan di wilayahnya tersebut. Wujud apresiasi yang diberikan di antaranya dengan menginfakkan dana senilai Rp 13 juta. Dana tersebut berasal dari pemerintahan kecamatan, Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Talisayan.

 

“Kami juga bersyukur dan memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang ikut berkontribusi dalam kegiatan. Mulai dari perusahaan, perbankan, bahkan juga anak-anak IRMA (Ikatan Remaja Masjid) yang turut serta mengerahkan tenaganya. Sehingga acara berjalan dengan lancar,” ujar David.

 

Pada momen bukber yang dilaksanakan di Masjid Baiturrahman itu, ia mengajak masyarakat dan seluruh pihak untuk menunaikan zakatnya. Sebab, Talisayan punya potensi yang cukup besar.

 

“Kita semarakkan gerakan Talisayan Berzakat melalui UPZ (Unit Pengumpul Zakat) yang sudah dibentuk dan perpanjangan tangan dari Baznas Berau. Mulai dari zakat hasil sarang burung, zakat profesi, dan tentunya dari pihak perusahaan. Sehingga bisa membantu saudara kita yang tidak mampu, khususnya di Talisayan.”

 

“Jangan kerjanya di Berau, tapi ketika pulang kampung ke Jawa dan lainnya, bayar zakatnya di kampungnya. Setidaknya, hasil usaha kita bisa membantu masyarakat yang tidak mampu di sekitar kita,” imbau David. (humasbaz/rus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *