Ahmad Husain Barawi Penerima Beasiswa SKSS berau Menyabet Juara 3 dalam Lomba Shorinji Kempo tingkat Nasional.
Maret 4, 2019
BAZNAS Berau Bagikan Paket Ceria Ramadhan ke Pasien Kelas III RSUD Abdul Rivai
Juni 11, 2019

PROKAL.COTANJUNG REDEB – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Berau menggalakan program Berau Berzakat 2019. Program ini sendiri bertujuan untuk mengingatkan masyarakat dalam menunaikan zakat.

Pada pelaksanaan Berau Berzakat yang digelar Rabu (15/5) lalu, Baznas Berau berhasil menghimpun zakat, infak, dan sedekah (ZIS) sebesar lebih Rp 1,737 miliar.

Dikatakan Humas Baznas Berau Ganang, penerimaan zakat yang digelar di rumah dinas Bupati Berau, yang dimulai pukul 16.00 Wita hingga waktu berbuka puasa, merupakan agenda rutin setiap bulan Ramadan. Kegiatan yang difasilitasi Pemkab Berau, banyak dimanfaatkan pejabat maupun perusahaan, untuk menunaikan zakat, infak, dan sedekah kepada Baznas.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada yang telah membayar zakat melalui Baznas. Zakat tersebut tentunya akan kami salurkan kepada masyarakat yang membutuhkan,” katanya.

Lebih lanjut, kegiatan Berau Berzakat tersebut, merupakan program jemput bola, untuk menjemput zakat dari masyarakat.

“Kami menerapkan sistem jemput bola, dan kami juga buka (layanan pembayaran zakat) setiap hari di kantor Baznas,” lanjutnya.

Sementara, Bupati Berau Muharram menyampaikan, kewajiban berzakat sama dengan kewajiban melaksanakan salat. Disampaikan Muharram, zakat merupakan bagian dari ujian Allah SWT kepada hambanya yang ditakdirkan untuk diberikan rezeki yang berlebih.

“Untuk sukses meraih surga Allah, maka harus dapat melalui ujian. Salah satu ujian itu adalah dengan menunaikan zakat,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Muharram juga berharap zakat yang dikelola dengan baik dapat membantu masyarakat kurang mampu untuk meningkatkan kesejahteraan. Sehingga tidak hanya memberikan bantuan berupa santgunan langsung yang sifatnya sesaat.

“Saya berharap diwujudkan dalam program pembinaan berkelanjutan dengan membangun ekonomi produktif dari zakat. Sehingga ke depan, mereka yang tadinya sebagai penerima zakat dan meningkatkan kesejahteraan dan menjadi orang yang membayar zakat,” pungkasnya. (*/yat/adv/udi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *